{"id":3379,"date":"2021-10-20T10:35:11","date_gmt":"2021-10-20T03:35:11","guid":{"rendered":"https:\/\/www.esgi.ai\/?p=3379"},"modified":"2022-03-01T16:20:59","modified_gmt":"2022-03-01T09:20:59","slug":"apa-itu-dewan-direksi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.esgi.ai\/id\/apa-itu-dewan-direksi\/","title":{"rendered":"Apa Itu Dewan Direksi? Pengertian, Tugas, dan Ide Penelitian"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika meneliti perusahaan, Anda pasti sering mendengar istilah Dewan Direksi. Dewan Direksi adalah komponen yang sangat penting dalam perusahaan, karena tanpa Dewan Direksi, sebuah perusahaan tidak dapat berjalan. <strong>Mengapa demikian?<\/strong><\/span><\/p>\n<p><!--more--><\/p>\n<hr \/>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Pengertian Dewan Direksi<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dewan Direksi adalah sekelompok individu yang dipilih oleh pemegang saham untuk menjalankan pengurusan perusahaan untuk kepentingan perusahaan, sesuai dengan maksud dan tujuan perusahaan yang tertera di anggaran dasar. Dalam struktur perusahaan publik Indonesia, Dewan Direksi merupakan posisi ketiga tertinggi setelah Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dan Dewan Komisaris. Posisi tertinggi dalam Dewan Direksi adalah Direktur Utama.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan Peraturan OJK No. 33 Tahun 2014, setiap perusahaan publik diwajibkan memiliki setidaknya 2 anggota Dewan Direksi, dengan salah satu di antaranya diangkat menjadi direktur utama atau presiden direktur.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> Para Direksi ini dipilih oleh pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seorang anggota Dewan Direksi dapat merangkap jabatan sebagai:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Anggota Dewan Direksi pada maksimal 1 perusahaan publik lain<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Anggota Dewan Komisaris pada maksimal 3 perusahaan publik lain, dan\/atau<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Anggota Komite pada maksimal 5 komite di perusahaan publik lain, dimana anggota tersebut juga menjabat sebagai anggota Dewan Direksi\/Dewan Komisaris<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><b>Bagaimana dengan perusahaan atau organisasi non-publik? <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">Walaupun tidak diwajibkan, tidak sedikit pula organisasi swasta dan nirlaba yang memiliki Dewan Direksi.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Anggota Dewan Direksi<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak ada peraturan yang menyeragamkan posisi-posisi dalam Dewan Direksi, namun biasanya terdiri dari Direktur Utama, Wakil Direktur Utama, Direktur Keuangan, Direktur Operasi, dan Direktur Sumber Daya Manusia<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">. <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Posisi-posisi ini dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing perusahaan, seperti dengan adanya Direktur <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Corporate Banking <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">di perusahaan perbankan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sesuai dengan namanya, para direksi memiliki tanggung jawabnya masing-masing. Berikut adalah tanggung jawab dari beberapa direksi yang umum dimiliki oleh perusahaan publik:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Direktur Utama:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> memastikan pelaksanaan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">good corporate governance <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">(GCG) dalam perusahaan, menyelenggarakan dan memimpin rapat direksi, mewakili perusahaan di dalam maupun luar pengadilan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Wakil Direktur Utama:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> menjalankan fungsi operasional perusahaan, memastikan kepatuhan hukum perusahaan, membantu Direktur Utama dalam menjalankan fungsi-fungsinya.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Direktur Keuangan: <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">melakukan perencanaan, pengendalian, dan pengawasan keuangan perusahaan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u2014 <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">termasuk manajemen resiko.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Direktur Operasi: <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">melakukan perencanaan, pengendalian, dan pengawasan operasional perusahaan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u2014 <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">termasuk memimpin fungsi operasional perusahaan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Direktur Sumber Daya Manusia: <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">melakukan perencanaan, pengendalian, dan pengawasan kepegawaian <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u2014 termasuk rekrutmen, penilaian kinerja karyawan, dan penghargaan.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Tugas Dewan Direksi<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, tugas dewan direksi meliputi:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mewakili perusahaan, baik di dalam maupun luar pengadilan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Membuat daftar pemegang saham, daftar khusus, risalah Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), dan risalah rapat Direksi<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Membuat laporan tahunan dan dokumen keuangan perusahaan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Memelihara seluruh daftar, risalah, dan dokumen keuangan perusahaan<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dewan Direksi wajib mengadakan rapat secara reguler minimal 1 kali setiap bulannya. Selain itu, Dewan Direksi juga wajib mengadakan rapat Direksi bersama Dewan Komisaris secara reguler setidaknya 1 kali dalam 4 bulan.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Perbedaan Dewan Direksi Internal dan Eksternal<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebelum tahun 2019, banyak perusahaan Indonesia yang memiliki direktur internal (contoh: pemegang saham utama, karyawan perusahaan) dan direktur eksternal\/independen yang bertugas untuk memberikan pandangan objektif dalam jalannya rapat direksi. Namun, per 27 Desember 2018, Bursa Efek Indonesia (BEI) sudah tidak mewajibkan perusahaan publik untuk memiliki direktur independen dalam Dewan Direksinya.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> Dengan demikian, mayoritas perusahaan menghilangkan jabatan direktur independen dari Dewan Direksinya per laporan tahunan tahun 2020.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Persyaratan Menjadi Anggota Dewan Direksi<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, siapa saja yang sudah cakap melakukan perbuatan hukum dapat diangkat menjadi anggota Dewan Direksi maupun Dewan Komisaris, kecuali dalam 5 tahun sebelum pengangkatan pernah:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dinyatakan pailit;<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menjadi anggota Dewan Direksi atau Dewan Komisaris yang dinyatakan bersalah dalam menyebabkan sebuah perusahaan pailit; atau<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dihukum karena melakukan tindak pidana yang merugikan keuangan negara dan\/atau yang berkaitan dengan sektor keuangan.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam hukum Indonesia, seseorang yang cakap dalam melakukan perbuatan hukum adalah orang yang telah dewasa (21 tahun) atau sudah kawin, berakal sehat, tidak memliki gangguan jiwa, dan tidak hilang ingatan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apabila perusahaan mewajibkan anggota Dewan Direksi maupun Dewan Komisarisnya untuk memiliki kemampuan teknis tertentu, maka persyaratan ini menambahkan persyaratan yang sudah ditentukan dalam undang-undang. Seluruh pemenuhan persyaratan dibuktikan dengan surat yang kemudian akan disimpan oleh perusahaan.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Perbedaan Dewan Direksi dan Dewan Komisaris<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perbedaan utama Dewan Direksi dan Dewan Komisaris terletak pada fungsi, letak dalam struktur perusahaan, dan tingkat independensi.<\/span><\/p>\n<table>\n<tbody>\n<tr>\n<td><\/td>\n<td>\n<p style=\"text-align: center;\"><b>Dewan Direksi<\/b><\/p>\n<\/td>\n<td>\n<p style=\"text-align: center;\"><b>Dewan Komisaris<\/b><\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>\n<p style=\"text-align: center;\"><b>Fungsi<\/b><\/p>\n<\/td>\n<td>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menjalankan fungsi manajemen\/pengurusan perusahaan<\/span><\/p>\n<\/td>\n<td>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menjalankan fungsi pengawasan perusahaan (mengawasi kinerja Dewan Direksi)<\/span><\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>\n<p style=\"text-align: center;\"><b>Letak dalam struktur perusahaan<\/b><\/p>\n<\/td>\n<td>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ketiga tertinggi setelah Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dan Dewan Komisaris<\/span><\/p>\n<\/td>\n<td>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kedua tertinggi setelah Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)<\/span><\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>\n<p style=\"text-align: center;\"><b>Tingkat independensi<\/b><\/p>\n<\/td>\n<td>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak ada direktur eksternal\/independen<\/span><\/p>\n<\/td>\n<td>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Wajib ada Komisaris Independen<\/span><\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Independensi Dewan Direksi<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam Dewan Direksi dan Dewan Komisaris, independensi merujuk kepada keadaan ketika seorang direksi\/komisaris tidak terafiliasi dengan pemegang saham utama, anggota Direksi dan\/atau anggota Dewan Komisaris lainnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebelum tahun 2019, Bursa Efek Indonesia (BEI) mewajibkan perusahaan publik untuk memiliki direktur eksternal\/independen dan komisaris independen dalam jajaran Dewan Direksinya. Hal ini diterapkan untuk meningkatkan independensi dan objektivitas pengambilan keputusan para dewan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, per tanggal 27 Desember 2018, BEI sudah tidak mewajibkan lagi hal ini karena undang-undang yang ada telah menetapkan bahwa Direksi harus menjadi pihak yang independen, dan independensi ini semakin dikuatkan dengan adanya komisaris independen dalam Dewan Komisaris.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan demikian, independensi dewan dapat diukur melalui proporsi komisaris independen dalam perusahaan, yaitu minimal 1 orang (dalam Dewan Komisaris beranggotakan 2 orang) atau 30% dari jumlah seluruh anggota Dewan Komisaris (dalam Dewan Komisaris beranggotakan lebih dari 2 orang).\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Ide Penelitian Mengenai Dewan Direksi<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penelitian ilmiah mengenai dewan direksi banyak dilakukan di Indonesia karena datanya yang tersedia secara publik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Variabel independen yang dapat diteliti dari Dewan Direksi adalah:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ukuran Dewan Direksi (berapa orang)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Keberagaman\/komposisi Dewan Direksi (contoh: gender, kewarganegaraan, senioritas, etnis\/ras)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Koneksi politik dan militer Dewan Direksi<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Skema kompensasi (gaji) Dewan Direksi<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Variabel-variabel independen ini sering dihubungkan dengan pengaruhnya terhadap performa perusahaan, yaitu kemampuan perusahaan menggunakan sumber dayanya untuk mencapai target. Dalam riset akuntansi dan bisnis, performa perusahaan sering diukur melalui performa finansial atau kinerja keuangan perusahaan, seperti <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">return on investment<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (ROI), <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">return on assets<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (ROA), <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">return on equity<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (ROE), dan Tobin\u2019s Q.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain performa perusahaan, ada pula penelitian yang meneliti pengaruh Dewan Direksi terhadap elemen lain dalam perusahaan, seperti:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Manajemen laba<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Konservatisme akuntansi perusahaan<\/span><\/li>\n<li><i><span style=\"font-weight: 400;\">Tax avoidance<\/span><\/i><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Pengungkapan emisi karbon perusahaan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">(carbon emission disclosure)<\/span><\/i><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Kinerja <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">corporate social responsibility <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">(CSR) dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">environmental, social, and governance <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">(ESG)<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masih bingung ingin meneliti tentang apa? Berikut adalah beberapa ide penelitian mengenai Dewan Direksi:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pengaruh ukuran dewan direksi terhadap kinerja keuangan perusahaan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pengaruh komposisi gender dewan direksi terhadap kinerja keuangan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pengaruh koneksi politik dewan direksi terhadap kinerja keuangan perusahaan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pengaruh koneksi militer dewan direksi terhadap kinerja keuangan perusahaan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pengaruh kompensasi dewan direksi terhadap kinerja keuangan perusahaan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pengaruh latar belakang dewan direksi terhadap pengungkapan laporan keberlanjutan perusahaan (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">sustainability reporting<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pengaruh latar belakang dewan direksi terhadap pengungkapan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">corporate social responsibility<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (CSR) perusahaan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pengaruh karakteristik dewan direksi terhadap konservatisme akuntansi perusahaan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pengaruh keberagaman\/komposisi dewan direksi terhadap manajemen laba perusahaan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pengaruh keberagaman\/komposisi dewan direksi terhadap <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">tax avoidance\u00a0<\/span><\/i><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pengaruh latar belakang dewan direksi terhadap kinerja <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">environmental, social, governance <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">(ESG) perusahaan<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><b>Variabel-variabel ini tersedia di <\/b><a href=\"https:\/\/www.esgi.ai\/id\/\"><b>ESGI Dataset<\/b><\/a><b>, lho! <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">Kunjungi <\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> untuk mengetahui lebih lengkap mengenai variabel apa saja yang tersedia untuk diunduh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masih bingung bagaimana cara membeli datanya? Temukan langkah-langkahnya dalam <\/span><a href=\"https:\/\/www.esgi.ai\/id\/cara-membeli-data-di-esgi-dataset\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">artikel ini<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><b>Mari #RisetTanpaRibet dengan ESGI Dataset!<\/b><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ketika meneliti perusahaan, Anda pasti sering mendengar istilah Dewan Direksi. Dewan Direksi adalah komponen yang sangat penting dalam perusahaan, karena tanpa Dewan Direksi, sebuah perusahaan tidak dapat berjalan. Mengapa demikian?<\/p>","protected":false},"author":5,"featured_media":3389,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"default","ast-global-header-display":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","theme-transparent-header-meta":"","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":""},"categories":[38],"tags":[88,89],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v15.3 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Apa Itu Dewan Direksi? Pengertian, Tugas, dan Ide Penelitian -<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Sebuah perusahaan tidak akan berjalan tanpa adanya Dewan Direksi. Baca lebih lengkap tentang Dewan Direksi di artikel ini.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.esgi.ai\/id\/apa-itu-dewan-direksi\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Apa Itu Dewan Direksi? Pengertian, Tugas, dan Ide Penelitian -\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Sebuah perusahaan tidak akan berjalan tanpa adanya Dewan Direksi. Baca lebih lengkap tentang Dewan Direksi di artikel ini.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.esgi.ai\/id\/apa-itu-dewan-direksi\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-10-20T03:35:11+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-03-01T09:20:59+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.esgi.ai\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/business-people-discussing-in-board-meeting-at-off-2021-08-29-00-17-58-utc-scaled.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2560\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1707\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\">\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Saras Sutedja\">\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\">\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 menit\">\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.esgi.ai\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.esgi.ai\/\",\"name\":\"ESGI\",\"description\":\"INTELLIGENCE\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/www.esgi.ai\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.esgi.ai\/apa-itu-dewan-direksi\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/www.esgi.ai\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/business-people-discussing-in-board-meeting-at-off-2021-08-29-00-17-58-utc-scaled.jpg\",\"width\":2560,\"height\":1707,\"caption\":\"Business people discussing in board meeting at office\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.esgi.ai\/apa-itu-dewan-direksi\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/www.esgi.ai\/apa-itu-dewan-direksi\/\",\"name\":\"Apa Itu Dewan Direksi? Pengertian, Tugas, dan Ide Penelitian -\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.esgi.ai\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.esgi.ai\/apa-itu-dewan-direksi\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2021-10-20T03:35:11+00:00\",\"dateModified\":\"2022-03-01T09:20:59+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.esgi.ai\/#\/schema\/person\/d948168cf1dfdec32420b158e45c1d5a\"},\"description\":\"Sebuah perusahaan tidak akan berjalan tanpa adanya Dewan Direksi. Baca lebih lengkap tentang Dewan Direksi di artikel ini.\",\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.esgi.ai\/apa-itu-dewan-direksi\/\"]}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.esgi.ai\/#\/schema\/person\/d948168cf1dfdec32420b158e45c1d5a\",\"name\":\"Saras Sutedja\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.esgi.ai\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e95c9ab6328fd6f4bb25f3d85260f093?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Saras Sutedja\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.esgi.ai\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3379"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.esgi.ai\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.esgi.ai\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.esgi.ai\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.esgi.ai\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3379"}],"version-history":[{"count":9,"href":"https:\/\/www.esgi.ai\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3379\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3703,"href":"https:\/\/www.esgi.ai\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3379\/revisions\/3703"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.esgi.ai\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3389"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.esgi.ai\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3379"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.esgi.ai\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3379"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.esgi.ai\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3379"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}