{"id":3406,"date":"2021-10-27T18:00:48","date_gmt":"2021-10-27T11:00:48","guid":{"rendered":"https:\/\/www.esgi.ai\/?p=3406"},"modified":"2022-03-01T16:20:44","modified_gmt":"2022-03-01T09:20:44","slug":"mengenal-komite-komite-dalam-dewan-komisaris","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.esgi.ai\/id\/mengenal-komite-komite-dalam-dewan-komisaris\/","title":{"rendered":"Mengenal Komite-Komite dalam Dewan Komisaris"},"content":{"rendered":"<p>[fusion_builder_container hundred_percent=&#8221;no&#8221; equal_height_columns=&#8221;no&#8221; hide_on_mobile=&#8221;small-visibility,medium-visibility,large-visibility&#8221; background_position=&#8221;center center&#8221; background_repeat=&#8221;no-repeat&#8221; fade=&#8221;no&#8221; background_parallax=&#8221;none&#8221; parallax_speed=&#8221;0.3&#8243; video_aspect_ratio=&#8221;16:9&#8243; video_loop=&#8221;yes&#8221; video_mute=&#8221;yes&#8221; border_style=&#8221;solid&#8221; flex_column_spacing=&#8221;0px&#8221; type=&#8221;legacy&#8221; padding_left=&#8221;0px&#8221; padding_right=&#8221;0px&#8221;][fusion_builder_row][fusion_builder_column type=&#8221;1_1&#8243; layout=&#8221;1_1&#8243; background_position=&#8221;left top&#8221; background_color=&#8221;&#8221; border_color=&#8221;&#8221; border_style=&#8221;solid&#8221; border_position=&#8221;all&#8221; spacing=&#8221;yes&#8221; background_image=&#8221;&#8221; background_repeat=&#8221;no-repeat&#8221; padding_top=&#8221;&#8221; padding_right=&#8221;&#8221; padding_bottom=&#8221;&#8221; padding_left=&#8221;&#8221; margin_top=&#8221;0px&#8221; margin_bottom=&#8221;0px&#8221; class=&#8221;&#8221; id=&#8221;&#8221; animation_type=&#8221;&#8221; animation_speed=&#8221;0.3&#8243; animation_direction=&#8221;left&#8221; hide_on_mobile=&#8221;small-visibility,medium-visibility,large-visibility&#8221; center_content=&#8221;no&#8221; last=&#8221;true&#8221; min_height=&#8221;&#8221; hover_type=&#8221;none&#8221; link=&#8221;&#8221; first=&#8221;true&#8221;][fusion_text]<span style=\"font-weight: 400;\">Dalam menjalankan tugasnya sebagai pengawas perusahaan, Dewan Komisaris diwajibkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk membuat beberapa komite. <\/span><b>Apa saja komite-komite dalam Dewan Komisaris? Bagaimana pembagian tugas dan tanggung jawabnya?<\/b><!--more--><\/p>\n<hr \/>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk mempertahankan objektivitas <\/span><a href=\"https:\/\/www.esgi.ai\/id\/2021\/10\/22\/apa-itu-dewan-komisaris\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dewan Komisaris<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> dalam mengawasi jalannya perusahaan, prinsip tata kelola perusahaan Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) poin VI.E 1 dan 2 menetapkan bahwa Dewan Komisaris dapat mempertimbangkan untuk membentuk komite khusus untuk membantu Dewan Komisaris menjalankan fungsi audit, remunerasi, dan manajemen risiko.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal ini juga ditegaskan dalam <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">The Indonesian Codes of Corporate Governance <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang dikeluarkan oleh Komite Nasional Kebijakan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Tata Kelola <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">(KNKG) pada tahun 2019. Prinsip 2: Tugas dan Tanggung Jawab <\/span><a href=\"https:\/\/www.esgi.ai\/id\/2021\/10\/20\/apa-itu-dewan-direksi\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dewan Direksi<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> dan Dewan Komisaris menjelaskan bahwa para Dewan dapat membentuk komite yang beranggotakan anggota Dewan dan non-anggota Dewan, asalkan diketuai oleh seorang anggota Dewan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat ini, perusahaan publik Indonesia hanya diwajibkan untuk memiliki Komite Audit (berdasarkan Peraturan OJK No. 55 Tahun 2015) dan Komite Nominasi dan Remunerasi (berdasarkan Peraturan OJK No. 34 Tahun 2014). Hanya perusahaan yang bergerak dalam bidang efek\/keuangan\/pembiayaan yang diwajibkan untuk memiliki Komite Pemantau Risiko untuk bidang manajemen risiko (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">risk management<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">), sebagaimana ditetapkan dalam Peraturan OJK No. 29 Tahun 2020. Selain ketiga komite tersebut, Dewan Komisaris dapat membentuk komite-komite lain seperti Komite Pengembangan Usaha dan Komite Kebijakan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Corporate Governance<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, namun tidak wajib.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Komite Audit<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setiap perusahaan publik diwajibkan untuk memiliki Komite Audit, sebagaimana ditegaskan dalam Pasal 2 Peraturan OJK No. 55 Tahun 2015. Tugas pokok Komite Audit adalah melakukan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">review <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">atas sistem pengendalian internal perusahaan, memastikan kualitas laporan keuangan, dan meningkatkan efektivitas fungsi audit. Selain itu, jika sebuah perusahaan tidak memiliki Komite Pemantau Risiko, maka Komite Audit juga berhak menjalankan fungsi manajemen risiko perusahaan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jumlah anggota Komite Audit adalah minimal 3 orang, dengan satu orang di antaranya wajib memiliki latar belakang pendidikan dan keahlian di bidang akuntansi dan keuangan. Anggota Komite Audit harus merupakan seorang Komisaris Independen atau pihak eksternal perusahaan untuk menjaga objektivitas audit. Walau demikian, apabila seseorang merupakan orang dalam Kantor Akuntan Publik, Kantor Konsultan Hukum, Kantor Jasa Penilai Publik ataupun pihak lain yang memberikan jasa asurans\/non-asurans\/penilai\/konsultasi lain kepada perusahaan publik dalam waktu 6 bulan terakhir, orang tersebut tidak boleh menjadi bagian dari Komite Audit.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Langkah lain untuk menjaga objektivitas Komite Audit adalah dengan adanya batas masa jabatan, yaitu tidak boleh lebih lama dari masa jabatan Dewan Komisaris (diatur dalam Anggaran Dasar perusahaan) dan hanya boleh dipilih kembali untuk 1 periode berikutnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam menjalankan tugasnya, Komite Audit diketuai oleh seorang Komisaris Independen dan melapor langsung kepada Dewan Komisaris. Komite ini wajib mengadakan rapat secara berkala paling sedikit 1 kali dalam 3 bulan (4 kali dalam 1 tahun), dengan catatan dapat diselenggarakan apabila dihadiri lebih dari setengah jumlah anggota. Setiap hasil rapat wajib dirangkum dan dilaporkan kepada Dewan Komisaris.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Komite Nominasi dan Remunerasi<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Peraturan OJK No. 34 Tahun 2014 mewajibkan perusahaan publik untuk memiliki fungsi nominasi dan remunerasi yang dilaksanakan oleh Dewan Komisaris. Untuk menjalankan fungsi ini, Dewan Komisaris dapat membentuk Komite Nominasi dan Remunerasi, yang bisa pula dipisah menjadi 2 komite (Komite Nominasi dan Komite Remunerasi).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Komite Nominasi dan Remunerasi setidaknya wajib terdiri dari 3 anggota, dengan satu di antaranya merupakan seorang Komisaris Independen yang merangkap menjadi ketua komite. Anggota komite lainnya dapat merupakan seorang anggota Dewan Komisaris, pihak eksternal, maupun pihak manajerial perusahaan dari bidang sumber daya manusia (SDM). Anggota direksi perusahaan tidak boleh menjadi bagian dari komite ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Alasan mengapa anggota Komite Nominasi dan Remunerasi diatur sedemikian rupa berkaitan dengan tugas dan wewenang komite ini. Sesuai dengan namanya, komite ini menjalankan 2 fungsi utama: fungsi nominasi (mengajukan calon anggota Dewan Direksi dan Dewan Komisaris beserta komposisi, kriteria, pengembangan kemampuan, dan evaluasi) dan fungsi remunerasi (mengatur struktur, kebijakan, dan besaran remunerasi anggota Dewan Direksi dan Dewan Komisaris). Apabila komite ini tidak objektif, independensi dan pelaksanaan tugas Dewan Direksi dan Dewan Komisaris dapat terganggu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berbeda dengan Komite Audit, rapat Komite Nominasi dan Remunerasi diselenggarakan paling tidak 1 kali dalam 4 bulan (3 kali dalam 1 tahun). Risalah rapat dan pertanggungjawaban pelaksanaan tugas komite ini dilaporkan langsung kepada Dewan Komisaris, yang kemudian menyampaikan laporan tersebut dalam Rapat Umum Pemegang Saham. Laporan ini juga akan dilampirkan dalam laporan tahunan dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">website <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">perusahaan.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Komite Pemantau Risiko<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sampai saat ini, hanya perusahaan yang bergerak dalam bidang efek\/keuangan\/pembiayaan dengan total aset lebih dari 200 miliar rupiah yang diwajibkan untuk memiliki Komite Pemantau Risiko, sesuai dengan Peraturan OJK No. 29 Tahun 2020. Fungsi komite ini adalah setidaknya melakukan evaluasi tentang kesesuaian antara kebijakan manajemen risiko dengan pelaksanaannya, dan juga memantau serta mengevaluasi tugas komite manajemen risiko dan satuan kerja manajemen risiko perusahaan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Komite ini wajib setidaknya beranggotakan 2 orang, yaitu 1 Komisaris Independen sebagai ketua dan 1 pihak independen yang ahli dalam bidang keuangan dan\/atau manajemen risiko sebagai anggota. Apabila tidak ada Komite Pemantau Risiko dalam perusahaan, fungsi manajemen risiko perusahaan dapat dijalankan oleh Komite Audit.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Komite-Komite Lainnya<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain ketiga komite di atas, Dewan Komisaris juga dapat membentuk komite-komite lain seperti Komite Kebijakan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Corporate Governance<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan Komite Pengembangan Usaha, sebagaimana dijelaskan dalam Modul Chartered Accountant: Etika Profesi dan Tata Kelola Korporat dari Ikatan Akuntan Indonesia (2015).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Komite Kebijakan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Corporate Governance <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">bertugas membantu Dewan Komisaris dalam mengkaji kebijakan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">good corporate governance <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">(GCG) yang disusun oleh Dewan Direksi serta mengevaluasi penerapannya, termasuk untuk bidang etika bisnis dan tanggung jawab sosial perusahaan (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">corporate social responsibility<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">). Sama seperti komite lainnya, anggota komite ini merupakan anggota Dewan Komisaris perusahaan, namun dapat pula menunjuk pihak eksternal dari perusahaan. Jika dibutuhkan, Komite Kebijakan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Corporate Governance <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dapat digabung dengan Komite Nominasi dan Remunerasi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Komite Pengembangan Usaha bertugas untuk melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap realisasi rencana bisnis dan pengembangan bisnis perusahaan. Komite ini umum ditemukan dalam Badan Usaha Milik Negara (BUMN), sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara No. PER-10\/MBU\/2012. Anggota Komite Pengembangan Usaha dapat berasal dari Dewan Komisaris maupun pihak eksternal perusahaan, dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan.<\/span><\/p>\n<style>\n  table,<br \/>  th,<br \/>  td {<br \/>    padding: 10px;<br \/>    border: 1px solid black;<br \/>    border-collapse: collapse;<br \/>  }<br \/><\/style>\n<p>[\/fusion_text][\/fusion_builder_column][fusion_builder_column type=&#8221;1_1&#8243; layout=&#8221;1_1&#8243; background_position=&#8221;left top&#8221; background_color=&#8221;&#8221; border_color=&#8221;&#8221; border_style=&#8221;solid&#8221; border_position=&#8221;all&#8221; spacing=&#8221;yes&#8221; background_image=&#8221;&#8221; background_repeat=&#8221;no-repeat&#8221; padding_top=&#8221;&#8221; padding_right=&#8221;&#8221; padding_bottom=&#8221;&#8221; padding_left=&#8221;&#8221; margin_top=&#8221;0px&#8221; margin_bottom=&#8221;0px&#8221; class=&#8221;&#8221; id=&#8221;&#8221; animation_type=&#8221;&#8221; animation_speed=&#8221;0.3&#8243; animation_direction=&#8221;left&#8221; hide_on_mobile=&#8221;small-visibility,medium-visibility,large-visibility&#8221; center_content=&#8221;no&#8221; last=&#8221;true&#8221; min_height=&#8221;&#8221; hover_type=&#8221;none&#8221; link=&#8221;&#8221; first=&#8221;true&#8221;][fusion_text]<\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Perbedaan Komite Pemantau Risiko dan Komite Manajemen Risiko<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Walau sekilas terdengar mirip, kedua komite ini memiliki perbedaan yang cukup besar. Singkatnya, posisi Komite Pemantau Risiko berada di atas Komite Manajemen Risiko karena tugas Komite Pemantau Risiko adalah mengawasi kinerja Komite Manajemen Risiko.<\/span><\/p>\n<p>[\/fusion_text][fusion_table fusion_table_type=&#8221;1&#8243; fusion_table_rows=&#8221;4&#8243; fusion_table_columns=&#8221;3&#8243; animation_type=&#8221;&#8221; animation_direction=&#8221;left&#8221; animation_speed=&#8221;0.3&#8243; animation_offset=&#8221;&#8221; hide_on_mobile=&#8221;small-visibility,medium-visibility,large-visibility&#8221; class=&#8221;&#8221; id=&#8221;&#8221;]<\/p>\n<div class=\"table-1\">\n<table width=\"100%\">\n<thead>\n<tr>\n<th align=\"left\"><\/th>\n<th align=\"left\">Komite Pemantau Risiko<\/th>\n<th align=\"left\">Komite Manajemen Risiko<\/th>\n<\/tr>\n<\/thead>\n<tbody>\n<tr>\n<td align=\"left\">Anggota<\/td>\n<td align=\"left\">Setidaknya 1 Komisaris Independen sebagai ketua dan 1 orang pihak independen dengan latar belakang keuangan dan\/atau manajemen risiko sebagai anggota<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Komite ini berada di bawah Dewan Komisaris<\/td>\n<td align=\"left\">Setidaknya separuh dari anggota Dewan Direksi (termasuk anggota Direksi yang membawahi fungsi manajemen risiko) dan pejabat eksekutif terkait<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Komite ini tidak berada di bawah Dewan Komisaris<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td align=\"left\">Tugas<\/td>\n<td align=\"left\">\n<ul>\n<li aria-level=\"1\">Mengevaluasi kesesuaian kebijakan manajemen risiko dengan pelaksanaannya<\/li>\n<li aria-level=\"1\">Memantau dan mengevaluasi pelaksanaan tugas komite manajemen risiko dan satuan kerja manajemen risiko<\/li>\n<\/ul>\n<\/td>\n<td align=\"left\">\n<ul>\n<li aria-level=\"1\">Penyusunan kebijakan, strategi, dan penerapan manajemen risiko<\/li>\n<li aria-level=\"1\">Perbaikan\/penyesuaian pelaksanaan manajemen risiko berdasarkan hasil evaluasi<\/li>\n<li aria-level=\"1\">Penetapan hal-hal terkait keputusan bisnis yang<\/li>\n<\/ul>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td align=\"left\">Dasar hukum<\/td>\n<td align=\"left\">Peraturan OJK No. 29 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Peraturan OJK No. 30\/POJK.05\/2014 tentang Tata Kelola Perusahaan yang Baik bagi Perusahaan Pembiayaan<\/td>\n<td align=\"left\">Peraturan OJK No. 44 Tahun 2020 tentang Penerapan Manajemen Risiko bagi Lembaga Jasa Keuangan Nonbank<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<\/div>\n<p>[\/fusion_table][\/fusion_builder_column][fusion_builder_column type=&#8221;1_1&#8243; layout=&#8221;1_1&#8243; background_position=&#8221;left top&#8221; background_color=&#8221;&#8221; border_color=&#8221;&#8221; border_style=&#8221;solid&#8221; border_position=&#8221;all&#8221; spacing=&#8221;yes&#8221; background_image=&#8221;&#8221; background_repeat=&#8221;no-repeat&#8221; padding_top=&#8221;&#8221; padding_right=&#8221;&#8221; padding_bottom=&#8221;&#8221; padding_left=&#8221;&#8221; margin_top=&#8221;0px&#8221; margin_bottom=&#8221;0px&#8221; class=&#8221;&#8221; id=&#8221;&#8221; animation_type=&#8221;&#8221; animation_speed=&#8221;0.3&#8243; animation_direction=&#8221;left&#8221; hide_on_mobile=&#8221;small-visibility,medium-visibility,large-visibility&#8221; center_content=&#8221;no&#8221; last=&#8221;true&#8221; min_height=&#8221;&#8221; hover_type=&#8221;none&#8221; link=&#8221;&#8221; first=&#8221;true&#8221;][fusion_text]<\/p>\n<p><span style=\"color: var(--h2_typography-color); font-family: var(--h2_typography-font-family); font-size: var(--h2_typography-font-size); font-style: var(--h2_typography-font-style,normal); letter-spacing: var(--h2_typography-letter-spacing); background-color: rgba(255, 255, 255, 0);\"><br \/>\nIde Penelitian Mengenai Komite-Komite dalam Dewan Komisaris<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Karena komite dalam Dewan Komisaris (dan <\/span><a href=\"https:\/\/www.esgi.ai\/id\/2021\/10\/15\/mengenal-sistem-one-tier-dan-two-tier-dalam-tata-kelola-perusahaan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Board of Directors<\/span><\/i><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> secara menyeluruh) merupakan praktik yang dapat ditemukan di seluruh dunia, penelitian mengenai komite-komite dalam Dewan Komisaris merupakan penelitian yang banyak dilakukan oleh peneliti dari berbagai macam negara.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa penelitian terdahulu menemukan bahwa:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Keberadaan komite pemantau risiko tidak memengaruhi pengungkapan emisi gas rumah kaca perusahaan, namun ketika komite pemantau risiko dan komite audit digabungkan, pengungkapan emisi gas rumah kaca perusahaan menurun drastis (Krishnamurti &amp; Velayutham, 2017)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Keberadaan komite audit memiliki dampak yang signifikan terhadap kualitas audit perusahaan (Suryanto et al., 2017)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Keberadaan komite audit meningkatkan pengungkapan finansial perusahaan secara signifikan (Haldar &amp; Raithatha, 2017)<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Kamu juga bisa meneliti tentang komite-komite dalam Dewan Komisaris, lho!<\/strong> Seperti penelitian terdahulu, kamu bisa menjadikan komite dalam Dewan Komisaris maupun karakteristiknya sebagai variabel independen, contohnya:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Keberadaan komite tertentu (audit\/nominasi dan remunerasi\/pemantau risiko)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ukuran\/struktur komite<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Keberagaman komite (etnis, gender, pendidikan, umur)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jumlah\/proporsi Komisaris Independen dalam komite<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lalu, kamu dapat menghubungkan variabel independenmu dengan variabel dependen yang seringkali berhubungan dengan pengungkapan maupun performa finansial perusahaan, seperti:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pengungkapan emisi gas rumah kaca perusahaan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Performa finansial perusahaan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">(return on investment<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">\/ROI, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">return on assets<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">\/ROA, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">return on equity<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">\/ROE, Tobin\u2019s Q)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Manajemen laba<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masih bingung ingin meneliti tentang apa? Berikut adalah beberapa ide penelitian mengenai komite dalam Dewan Komisaris:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pengaruh keberadaan komite pemantau risiko terhadap pengungkapan emisi gas rumah kaca perusahaan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pengaruh keberadaan komite audit terhadap manajemen laba perusahaan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pengaruh keberadaan komite audit terhadap performa finansial perusahaan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pengaruh ukuran komite audit terhadap performa finansial perusahaan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pengaruh struktur komite perusahaan terhadap performa finansial perusahaan<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><b>Variabel-variabel ini tersedia di <\/b><a href=\"https:\/\/www.esgi.ai\/id\/\"><b>ESGI Dataset<\/b><\/a><b>, lho! <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">Kunjungi <\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> untuk mengetahui lebih lengkap mengenai variabel apa saja yang tersedia untuk diunduh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masih bingung bagaimana cara membeli datanya? Temukan langkah-langkahnya dalam <\/span><a href=\"https:\/\/www.esgi.ai\/id\/cara-membeli-data-di-esgi-dataset\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">artikel ini<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><b>Mari #RisetTanpaRibet dengan ESGI Dataset!<\/b><\/p>\n<style>\n  table,<br \/>  th,<br \/>  td {<br \/>    padding: 10px;<br \/>    border: 1px solid black;<br \/>    border-collapse: collapse;<br \/>  }<br \/><\/style>\n<p>[\/fusion_text][\/fusion_builder_column][\/fusion_builder_row][\/fusion_builder_container]<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>[fusion_builder_container hundred_percent=&#8221;no&#8221; equal_height_columns=&#8221;no&#8221; hide_on_mobile=&#8221;small-visibility,medium-visibility,large-visibility&#8221; background_position=&#8221;center center&#8221; background_repeat=&#8221;no-repeat&#8221; fade=&#8221;no&#8221; background_parallax=&#8221;none&#8221; parallax_speed=&#8221;0.3&#8243; video_aspect_ratio=&#8221;16:9&#8243; video_loop=&#8221;yes&#8221; video_mute=&#8221;yes&#8221; border_style=&#8221;solid&#8221; flex_column_spacing=&#8221;0px&#8221; type=&#8221;legacy&#8221; padding_left=&#8221;0px&#8221; padding_right=&#8221;0px&#8221;][fusion_builder_row][fusion_builder_column type=&#8221;1_1&#8243; layout=&#8221;1_1&#8243; background_position=&#8221;left top&#8221; background_color=&#8221;&#8221; border_color=&#8221;&#8221; border_style=&#8221;solid&#8221; border_position=&#8221;all&#8221; spacing=&#8221;yes&#8221; background_image=&#8221;&#8221; background_repeat=&#8221;no-repeat&#8221; padding_top=&#8221;&#8221; padding_right=&#8221;&#8221; padding_bottom=&#8221;&#8221; padding_left=&#8221;&#8221; margin_top=&#8221;0px&#8221; margin_bottom=&#8221;0px&#8221; class=&#8221;&#8221; id=&#8221;&#8221; animation_type=&#8221;&#8221; animation_speed=&#8221;0.3&#8243; animation_direction=&#8221;left&#8221; hide_on_mobile=&#8221;small-visibility,medium-visibility,large-visibility&#8221; center_content=&#8221;no&#8221; last=&#8221;true&#8221; min_height=&#8221;&#8221; hover_type=&#8221;none&#8221; link=&#8221;&#8221; first=&#8221;true&#8221;][fusion_text]Dalam menjalankan tugasnya sebagai pengawas perusahaan, Dewan Komisaris diwajibkan &hellip;<\/p>\n<p class=\"read-more\"> <a class=\"\" href=\"https:\/\/www.esgi.ai\/id\/mengenal-komite-komite-dalam-dewan-komisaris\/\"> <span class=\"screen-reader-text\">Mengenal Komite-Komite dalam Dewan Komisaris<\/span> Selengkapnya &raquo;<\/a><\/p>","protected":false},"author":5,"featured_media":3409,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"default","ast-global-header-display":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","theme-transparent-header-meta":"","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":""},"categories":[38],"tags":[88,90,91],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v15.3 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Mengenal Komite-Komite dalam Dewan Komisaris -<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Dewan Komisaris dibantu oleh Komite Audit, Nominasi dan Remunerasi, dan Pemantau Resiko dalam bertugas. Simak penjelasan lengkapnya disini.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.esgi.ai\/id\/mengenal-komite-komite-dalam-dewan-komisaris\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mengenal Komite-Komite dalam Dewan Komisaris -\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Dewan Komisaris dibantu oleh Komite Audit, Nominasi dan Remunerasi, dan Pemantau Resiko dalam bertugas. Simak penjelasan lengkapnya disini.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.esgi.ai\/id\/mengenal-komite-komite-dalam-dewan-komisaris\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-10-27T11:00:48+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-03-01T09:20:44+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.esgi.ai\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/modern-business-people-2021-09-24-03-38-44-utc-scaled.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2560\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1707\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\">\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Saras Sutedja\">\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\">\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 menit\">\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.esgi.ai\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.esgi.ai\/\",\"name\":\"ESGI\",\"description\":\"INTELLIGENCE\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/www.esgi.ai\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.esgi.ai\/mengenal-komite-komite-dalam-dewan-komisaris\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/www.esgi.ai\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/modern-business-people-2021-09-24-03-38-44-utc-scaled.jpg\",\"width\":2560,\"height\":1707,\"caption\":\"Several co-workers passing by modern building and talking\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.esgi.ai\/mengenal-komite-komite-dalam-dewan-komisaris\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/www.esgi.ai\/mengenal-komite-komite-dalam-dewan-komisaris\/\",\"name\":\"Mengenal Komite-Komite dalam Dewan Komisaris -\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.esgi.ai\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.esgi.ai\/mengenal-komite-komite-dalam-dewan-komisaris\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2021-10-27T11:00:48+00:00\",\"dateModified\":\"2022-03-01T09:20:44+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.esgi.ai\/#\/schema\/person\/d948168cf1dfdec32420b158e45c1d5a\"},\"description\":\"Dewan Komisaris dibantu oleh Komite Audit, Nominasi dan Remunerasi, dan Pemantau Resiko dalam bertugas. Simak penjelasan lengkapnya disini.\",\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.esgi.ai\/mengenal-komite-komite-dalam-dewan-komisaris\/\"]}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.esgi.ai\/#\/schema\/person\/d948168cf1dfdec32420b158e45c1d5a\",\"name\":\"Saras Sutedja\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.esgi.ai\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e95c9ab6328fd6f4bb25f3d85260f093?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Saras Sutedja\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.esgi.ai\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3406"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.esgi.ai\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.esgi.ai\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.esgi.ai\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.esgi.ai\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3406"}],"version-history":[{"count":8,"href":"https:\/\/www.esgi.ai\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3406\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3701,"href":"https:\/\/www.esgi.ai\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3406\/revisions\/3701"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.esgi.ai\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3409"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.esgi.ai\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3406"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.esgi.ai\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3406"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.esgi.ai\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3406"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}