{"id":5723,"date":"2023-01-06T13:48:44","date_gmt":"2023-01-06T06:48:44","guid":{"rendered":"https:\/\/www.esgi.ai\/?p=5723"},"modified":"2023-01-10T14:16:25","modified_gmt":"2023-01-10T07:16:25","slug":"klasifikasi-industri-sic-idx-ic","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.esgi.ai\/id\/klasifikasi-industri-sic-idx-ic\/","title":{"rendered":"Klasifikasi Industri SIC &#038; IDX IC"},"content":{"rendered":"<div data-elementor-type=\"wp-post\" data-elementor-id=\"5723\" class=\"elementor elementor-5723\">\n\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-inner\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-section-wrap\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t<section class=\"elementor-section elementor-top-section elementor-element elementor-element-472f5597 elementor-section-boxed elementor-section-height-default elementor-section-height-default exad-glass-effect-no exad-sticky-section-no\" data-id=\"472f5597\" data-element_type=\"section\">\n\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-container elementor-column-gap-default\">\n\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-row\">\n\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-column elementor-col-100 elementor-top-column elementor-element elementor-element-1427c197 exad-glass-effect-no exad-sticky-section-no\" data-id=\"1427c197\" data-element_type=\"column\">\n\t\t\t<div class=\"elementor-column-wrap elementor-element-populated\">\n\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-wrap\">\n\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-4b7a1db0 exad-sticky-section-no exad-glass-effect-no elementor-widget elementor-widget-text-editor\" data-id=\"4b7a1db0\" data-element_type=\"widget\" data-widget_type=\"text-editor.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-text-editor elementor-clearfix\">\n\t\t\t\t<p><strong>Klasifikasi Industri Berdasarkan SIC (Standard Industrial Classification Codes)<\/strong><\/p><p><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0Adanya keberagaman kegiatan industri, maka memerlukan klasifikasi untuk memudahkan analisis aktivitas perekonomian di setiap bidangnya. Klasifikasi kegiatan industri tersebut pertama kali diperkenalkan di Amerika Serikat pada 1937 yang terdiri dari kode digit empat angka yang dikenal dengan nama <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Standards Industrial Classification Code (SIC Code). <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Klasifikasi tersebut dilakukan untuk membantu menganalisis kegiatan industri dan juga hubungannya dengan konektivitas lembaga pemerintah. Dalam perkembangannya, SIC nantinya akan ditambah penggunaan kodenya pada tahun 1997 menjadi NAICS dengan memuat kode digit enam angka dan dipergunakan di wilayah Amerika Utara meliputi Amerika Serikat, Kanada dan Meksiko sebagai konsekuensi dari Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara. Namun, adanya NAICS tidak semata-mata menghapus keberadaan SIC sebab sampai hari ini masih digunakan secara umum pada perdagangan internasional.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0Klasifikasi industri melalui kode SIC dilakukan untuk menganalisis berbagai sektor bisnis yang ada, maka diperlukan pemahaman dalam membaca sejumlah kode terkait. Dalam membaca SIC Code maka diperlukan untuk mengetahui sejumlah kode untuk berbagai bidang usaha melalui website<\/span><a href=\"https:\/\/siccode.com\/page\/how-do-i-find-a-companys-sic-code\"> <span style=\"font-weight: 400;\">https:\/\/siccode.com\/<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> , pada kode tersebut akan memuat sejumlah keterangan industri yang meliputi klasifikasi perusahaan, lokasi usaha, dan jenis industrinya. Penamaan kode tersebut akan memudahkan perdagangan lintas negara maupun benua. Di samping itu, SIC kode juga digunakan pemerintah suatu negara untuk melakukan komunikasi perdagangan dengan pemerintah negara lainnya.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 Penggunaan SIC Code ini sampai saat ini masih digunakan dalam perdagangan internasional untuk menyamakan aktivitas bisnis yang dimiliki hal tersebut dilakukan untuk melihat persaingan atau dapat memadukan kerja sama. Untuk mengetahui arti dari Kode SIC ini maka perlu memahami arti angka pada kode tersebut. Kode SIC idealnya dimulai dengan divisi yang bercabang ke kelompok besar, yang ditunjuk dengan dua digit. Ini dibagi lebih lanjut menjadi kelompok industri &#8211; tiga digit &#8211; sebelum akhirnya dipisahkan ke tingkat industri empat digit. Divisi mewakili segmen terbesar dari klasifikasi perusahaan, dengan tingkat industri mewakili titik terjauh dari klasifikasi.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0Di samping itu penggunaan SIC Code juga dilakukan untuk penelitian atau riset perusahaan pada perusahaan terkait dengan pelaporan data, analisis data dan pengambilan keuntungan untuk investasi masa depan serta dukungan lain yang diperlukan. Selain itu, perlu diketahui bahwa penggunaan SIC dalam riset adalah penggunaan kode SIC memungkinkan untuk menemukan perusahaan menggunakan identitas numerik unik mereka yang ditetapkan menurut jenis industri. Untuk usaha kecil, kode SIC berguna ketika mencoba menggunakan deskripsi industri tertentu untuk mengidentifikasi kontrak dari lembaga pemerintah.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0Terdapat penerapan kode SIC yang dilakukan yakni pertama, perusahaan menggunakan kode SIC untuk mengidentifikasi pelanggan yang ada dan pelanggan potensial berdasarkan industri. Kedua, kode SIC dapat digunakan untuk mengklasifikasikan perusahaan untuk tujuan perpajakan. Ketiga, bank dan kreditor menggunakan kode SIC untuk mengidentifikasi industri tempat perusahaan saat mempertimbangkan pemberian kredit.\u00a0 Keempat, kode SIC digunakan oleh para profesional dan bisnis untuk membuat kampanye pemasaran bertarget. Kelima, perusahaan dapat mengidentifikasi persaingan di industri atau wilayah mereka dengan mencari perusahaan serupa melalui kode SIC. Keenam, Pemerintah dapat menggunakan kode SIC untuk mengatur dan membakukan data untuk berbagai lembaga Federal dan negara bagian serta perusahaan swasta.<\/span><\/p><p><strong>Klasifikasi Industri Berdasarkan IDX IC (IDX Industrial Classification Codes)<\/strong><\/p><p><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 Dalam pasar domestik, industri juga diklasifikasikan sesuai dengan kode melalui IDX-IC. IDX-IC merupakan menggantikan kode yang sebelumnya sudah digunakan yakni JASICA. Bursa Efek Indonesia telah menerapkan kode industri ini terhitung sejak 3 Mei 2021. IDX-IC memiliki kegunaan klasifikasi kode industri untuk keperluan mengelompokkan perusahaan tercatat berdasarkan eksposur pasar atas barang atau jasa akhir yang diproduksi. Oleh karena itu, metode klasifikasi IDX-IC ini bertujuan memberikan panduan bagi para penggunanya terkait kelompok perusahaan dengan eksposur pasar yang sejenis.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0Perubahan JASICA menjadi IDX-IC menyebabkan sejumlah perubahan klasifikasi industri yang ada. Hal ini berkaitan dengan perkembangan dunia yang memunculkan banyak sektor industri baru. Sebagai contoh sektor <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">healthcare <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dan juga sektor teknologi yang tumbuh secara beragam. Perubahan tersebut berimbas pada sisi pengkategorian dan perhitungan sektoral. Penggunaan IDX-IC akan memudahkan investor melakukan analisis <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">top to down. <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Sebab adanya kode IDX-IC dapat mempersempit lingkup analisis didasarkan oleh klasifikasi tersebut.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0IDX-IC ini memiliki empat tingkat klasifikasi yang terdiri dari 12 sektor, 35 sub-sektor, 69 industri, dan 130 sub-industri. 12 sektor di IDX-IC ini antara lain sektor energi, barang baku, perindustrian, konsumen primer, konsumen non-primer, kesehatan, keuangan, properti dan real <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">estate,<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> teknologi, infrastruktur, transportasi dan logistik, produk investasi tercatat. Kode industri IDX-IC ini memberikan kemudahan bagi pelaku usaha mengenai kebutuhan perkembangan sektor-sektor perekonomian dan jenis perusahaan tercatat baru, menyelaraskan klasifikasi yang secara <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">common practice<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> digunakan di bursa efek lain di dunia.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0IDX-IC mengklasifikasikan perusahaan tercatat ke dalam 12 sektor dan produk investasi tercatat. Adapun sektor produk investasi merupakan sektor tambahan untuk kebutuhan sistem bursa. Kode klasifikasi pun ikut berubah, IDX-IC terdiri dari empat digit yang dapat menunjukkan secara sekaligus empat tingkat klasifikasi IDX-IC. Digit pertama menunjukkan sektor dan dituliskan dengan abjad (A-Z). Selanjutnya, digit kedua menunjukkan sub-sektor. Lalu digit ketiga menunjukkan industri, dan digit keempat menunjukkan sub-industri. Digit kedua hingga keempat akan dituliskan dengan angka 1 sampai 9. Adanya klasifikasi baru ini bermanfaat bagi perusahaan tercatat dalam membandingkan performa dengan perusahaan-perusahaan lain yang semakin homogen. Bagi investor, IDX-IC\u00a0 dapat dijadikan panduan untuk melakukan analisis yang lebih akurat dan detail terkait perbandingan sektoral yang lebih relevan dalam menentukan keputusan investasi.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 Penyempurnaan klasifikasi ini juga dapat memberikan peluang bagi manajer investasi untuk penciptaan produk baru seperti reksadana maupun <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">exchange traded fund <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">(ETF) berbasis sektor. Pada akhirnya, hal ini juga dapat memperluas basis investor di pasar modal Indonesia. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Sekadar informasi, panduan terkait klasifikasi IDX-IC dan indeks sektoral baru dapat diakses melalui website IDX <\/span><a href=\"http:\/\/idx.co.id\"><span style=\"font-weight: 400;\">idx.co.id<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> pada Data Pasar &gt; Indeks Saham pada tabel \u201cIndeks Sektoral (IDX-IC)\u201d atau pada Perusahaan Tercatat &gt; Profil Perusahaan Tercatat.<\/span><\/p><p>Sekilas terkait pengklasifikasian industri secara singkat. Apabila membutuhkan data-data perusahaan berdasarkan masing-masing klasifikasi industri, dapat langsung mengunungi pusat database perusahaan Indonesia di <a href=\"https:\/\/www.esgi.ai\/id\/dataset\/\">esgi.ai\/dataset<\/a><\/p><p>\u00a0<\/p><p><span style=\"font-weight: 400;\">Sumber:<\/span><\/p><p><a href=\"https:\/\/www.liputan6.com\/saham\/read\/4564701\/trivia-saham-mengenal-idx-ic-indeks-klasifikasi-industri-baru-pengganti-jasica\"><span style=\"font-weight: 400;\">https:\/\/www.liputan6.com\/saham\/read\/4564701\/trivia-saham-mengenal-idx-ic-indeks-klasifikasi-industri-baru-pengganti-jasica<\/span><\/a><\/p><p><a href=\"https:\/\/id.nesrakonk.ru\/sic_code\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">https:\/\/id.nesrakonk.ru\/sic_code\/<\/span><\/a><\/p><p><a href=\"https:\/\/id.talkingofmoney.com\/sic-vs\"><span style=\"font-weight: 400;\">https:\/\/id.talkingofmoney.com\/sic-vs<\/span><\/a><\/p><p><a href=\"https:\/\/ind.applersg.com\/how-to-find-company-sic-codes-105591\"><span style=\"font-weight: 400;\">https:\/\/ind.applersg.com\/how-to-find-company-sic-codes-105591<\/span><\/a><\/p>\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t<\/section>\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Klasifikasi Industri Berdasarkan SIC (Standard Industrial Classification Codes) Adanya keberagaman kegiatan industri, maka memerlukan klasifikasi untuk memudahkan analisis aktivitas perekonomian di setiap bidangnya. Klasifikasi kegiatan industri tersebut pertama kali diperkenalkan di Amerika Serikat pada 1937 yang terdiri dari kode digit empat angka yang dikenal dengan nama Standards Industrial Classification Code (SIC Code). Klasifikasi tersebut dilakukan &hellip;<\/p>\n<p class=\"read-more\"> <a class=\"\" href=\"https:\/\/www.esgi.ai\/id\/klasifikasi-industri-sic-idx-ic\/\"> <span class=\"screen-reader-text\">Klasifikasi Industri SIC &#038; IDX IC<\/span> Selengkapnya &raquo;<\/a><\/p>","protected":false},"author":2,"featured_media":5724,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"default","ast-global-header-display":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","theme-transparent-header-meta":"default","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":""},"categories":[38],"tags":[122,120,119,59,124,116,118,117,121,115,123,112],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v15.3 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Klasifikasi Industri SIC &amp; IDX IC -<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Berikut Klasifikasi Industri berdasarkan SIC dan IDX IC\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.esgi.ai\/id\/klasifikasi-industri-sic-idx-ic\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Klasifikasi Industri SIC &amp; IDX IC -\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Berikut Klasifikasi Industri berdasarkan SIC dan IDX IC\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.esgi.ai\/id\/klasifikasi-industri-sic-idx-ic\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-01-06T06:48:44+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-01-10T07:16:25+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.esgi.ai\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/industry-landscape-2021-08-26-17-53-10-utc-scaled.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2560\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1707\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\">\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"esg intelligence\">\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\">\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 menit\">\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.esgi.ai\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.esgi.ai\/\",\"name\":\"ESGI\",\"description\":\"INTELLIGENCE\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/www.esgi.ai\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.esgi.ai\/klasifikasi-industri-sic-idx-ic\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/www.esgi.ai\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/industry-landscape-2021-08-26-17-53-10-utc-scaled.jpg\",\"width\":2560,\"height\":1707},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.esgi.ai\/klasifikasi-industri-sic-idx-ic\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/www.esgi.ai\/klasifikasi-industri-sic-idx-ic\/\",\"name\":\"Klasifikasi Industri SIC & IDX IC -\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.esgi.ai\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.esgi.ai\/klasifikasi-industri-sic-idx-ic\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2023-01-06T06:48:44+00:00\",\"dateModified\":\"2023-01-10T07:16:25+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.esgi.ai\/#\/schema\/person\/e6f413c582eb0beffac377fe4a2b9db5\"},\"description\":\"Berikut Klasifikasi Industri berdasarkan SIC dan IDX IC\",\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.esgi.ai\/klasifikasi-industri-sic-idx-ic\/\"]}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.esgi.ai\/#\/schema\/person\/e6f413c582eb0beffac377fe4a2b9db5\",\"name\":\"esg intelligence\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.esgi.ai\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e45e08fe03e32dc53f4ad1fa75a76443?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"esg intelligence\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.esgi.ai\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5723"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.esgi.ai\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.esgi.ai\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.esgi.ai\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.esgi.ai\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5723"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/www.esgi.ai\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5723\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5732,"href":"https:\/\/www.esgi.ai\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5723\/revisions\/5732"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.esgi.ai\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5724"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.esgi.ai\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5723"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.esgi.ai\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5723"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.esgi.ai\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5723"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}