Bagaimana perubahan iklim memengaruhi perusahaan?
Perubahan iklim (climate change) mengakibatkan banyak perubahan pada cuaca, wilayah pesisir, laut, hingga lingkungan asli maupun buatan. Dampaknya terhadap perusahaan juga berbeda-beda tergantung pada jenis industri, lokasi operasional, serta tingkat kerentanan fasilitas dan layanan yang dimiliki oleh perusahaan.


Dampak dari perubahan iklim terhadap perusahaan terbagi menjadi 2 yaitu dampak langsung dan dampak tidak langsung. Dampak langsung biasanya berupa kerusakan fisik akibat banjir, kebakaran, kekeringan, atau bencana alam lainnya yang dapat mengganggu kegiatan operasional perusahaan.
Sementara itu, dampak tidak langsung dapat berupa terganggunya rantai pasok akibat cuaca ekstrem, kenaikan biaya operasional, hingga penurunan pendapatan perusahaan. Dalam jangka panjang, perubahan iklim juga dapat memengaruhi stabilitas bisnis, keputusan investasi dan tingkat risiko perusahaan.
Baca Juga: Apakah Risiko ESG Dapat Memengaruhi Bisnis?
Bagaimana mengukur Climate Change dalam Penelitian
Dalam penelitian perusahaan, climate change pada umumnya tidak diukur secara langsung, melainkan melalui indikator bagaimana bentuk respons perusahaan dalam menghadapi isu iklim. Beberapa indikator yang sering digunakan adalah:
Carbon Emission
Mengukur seberapa banyak emisi karbon yang dikeluarkan oleh perusahaan selama aktivitas bisnisnya berjalan. Indikator ini sering digunakan untuk melihat bagaimana kontribusi perusahaan terhadap perubahan iklim.
Contoh:
- Total CO2 Emission
- Carbon intensity
Climate Risk Disclosure
Indikator ini mengukur sejauh mana perusahaan mengungkapkan risiko iklim dalam laporan keberlanjutan (Sustainability Report) atau laporan tahunan (Annual Report). Pengukuran ini biasanya menggunakan metode content analysis berdasarkan framework TCFD ataupun GRI.
ESG Score/Environmental Score
Menggunakan penilaian ESG sebagai indikator kesiapan perusahaan dalam menghadapi risiko lingkungan dan isu perubahan iklim.
Green Innovation
Indikator ini menunjukkan upaya perusahaan dalam menciptakan inovasi ramah lingkungan, misalnya investasi hijau, energi terbarukan, efisiensi energi, atau teknologi rendah karbon.
Variabel Dependen yang biasa digunakan
Untuk melakukan penelitian mengenai climate change terhadap perusahaan, beberapa variabel dependen yang bisa kamu gunakan meliputi:
1. Firm value
Biasa digunakan untuk mengukur bagaimana pasar menilai perusahaan di tengah risiko iklim dan tekanan keberlanjutan. Contohnya seperti:
- Tobin’s Q
- Price-to-book Value (PBV)
2. Profitability
Variabel ini biasa digunakan untuk melihat pengaruh climate change terhadap kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba. Contohnya seperti:
- Return on Assets (ROA)
- Return on Equity (ROE)
- Net Profit Margin (NPM)
3. Cost of debt
Variabel ini digunakan untuk mengukur apakah perusahaan dengan risiko iklim yang tinggi, menghadapi biaya pinjaman yang lebih mahal.
4. Firm Risk
Mengukur tingkat risiko perusahaan, baik dari sisi volatilitas maupun risiko operasional akibat climate change.
Untuk mendukung kebutuhan penelitian, data mengenai variabel tersebut, dapat diakses melalui ESGI Dataset.
